Jumat, 19 Oktober 2012

Makalah Data Warehouse










NIM : A12.2009.03512
Tugas Sistem Pendukung Keputusan




ABSRTRAK

Decision Support System merupakan suatu sistem yang berfungsi sebagai penunjang keputusan. Dengan adanya DSS, pekerjaan dari para pengambil keputusan akan lebih terbantu secara signifikan.


Makalah yang kami susun berikut ini menjelaskan suatu database yang biasa digunakan sebagai pengambil keputusan yaitu data warehouse. Dikarenakan banyak organisasi atau perusahaan kurang dapat menggunakan database operasional dalam mendukung secara langsung pengambilan keputusan.

Penyusun sadar dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu, kami menerima saran dan kritik yang membangun agar dikemudian hari kami dapat menyusun suatu makalah dengan lebih baik lagi.

Keyword: DSS, warehouse ,data



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Information warehouse dalam pengambilan keputusan merupakan pemilihan diantara beberapa alternatif pemecahan masalah. Pada hakikatnya keputusan diambil jika pimpinan menghadapi masalah atau untuk mencegah timbulnya masalah dalam organisasi yang bergerak baik dalam bidang sosial maupun komersial. Ada dua kemungkinan sifat tujuan dari pengambilan keputusan. Pertama adalah tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal dalam arti bahwa sekali diputuskan tidak akan ada kaitannya dengan masalah lain. Kemungkinan kedua adalah tujuan pengambilan keputusan dapat bersifat ganda dalam arti bahwa satu keputusan yang diambil sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih.
Dalam setiap pengambilan keputusan para pengambil keputusan akan selalu berhadapan dengan lingkungan, dimana salah satu karakteristiknya yang paling menyulitkan dalam proses pengambilan keputusan adalah ketidakpastian (Uncertainty), ini adalah salah satu sifat dimana tidak akan dapat diketahui dengan pasti apa yang akan terjadi di masa yang datang.
Untuk itu maka model pengambilan keputusan sangatlah penting untuk membantu para pengambil keputusan dan mengambil keputusan. Ada beberapa macam model keputusan antara lain model simulasi computer, model pohon keputusan, model probabilistik dan lain sebagainya. Dari model tersebut masing – masing memiliki tipe kasus yang berbeda tapi memiliki fungsi yang sama. Maka dari itu kami mengangkat suatu kasus dari model probabilistic untuk lebih memahami model – model pengambilan keputusan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian Sistem Penunjang Keputusan
2. Pengertian Data Warehouse
3. Pengertian dan fungsi Information Warehouse
4. Konsep Information Warehouse

C. TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui definisi Sistem Penunjang Keputusan
2. Mengetahui definisi Data Warehouse
3. Mengetahui definisi dan fungsi Information Warehouse
4. Konsep dasar Information Warehouse
5. Implementasi Information Warehouse





BAB II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan aplikasi interaktif berbasis komputer yang mengkombinasikan data dan model matematis untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam menangani suatu masalah. Hal yang harus ditekankan adalah SPK bukanlah suatu sistem untuk mengambil keputusan secara langsung, akan tetapi sebagai pendukung pemegang keputusan dalam proses pengambilan keputusan. Vercellis (2009: 36) menyebutkan bahwa ada tiga aspek utama dalam SPK yaitu data, model matematis dan antarmuka pengguna.
Aspek pertama yaitu data. Data yang digunakan dalam SPK adalah data yang diambil dari data warehouse pada organisasi tersebut. Terkadang data yang dipakai berupa data mart, yakni data dari data warehouse yang telah dikategorikan berdasarkan kebutuhan organisasi. Hal tersebut secara tidak langsung menegaskan bahwa data warehouse merupakan fondasi dalam SPK.
imageGambar 1 : Struktur Utama SPK (Vercellis, 2009: 36)
Aspek kedua yaitu model matematis, merupakan bagian untuk menganalisis data yang berada di data warehouse. Model matematis ini dapat berupa analisis statistika yang biasa digunakan dalam mengolah data. Model matematis ini berfungsi untuk merubah data menjadi informasi dan knowledge yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Aspek ketiga adalah antarmuka pengguna (user interface). Aspek ini merupakan aspek yang secara langsung dilihat dan berinteraksi dengan end user atau dalam hal ini pemegang keputusan. Data yang ditampilkan harus memberikan informasi yang valid, reliable, dan dapat mendukung untuk pengambilang keputusan. Agar dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan, data yang ditampilkan biasanya menggunakan berbagai jenis grafik, animasi, atau peta yang berguna untuk melengkapi data yang ada.
1. Tahapan Pengambilan Keputusan
Tahap – tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah
· Kegiatan intelijen
Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat.
· Kegiatan merancang
Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan, dan menganalisa berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. pertimbangn-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak.
· Kegiatan memilih dan menelaah
kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.
2. Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan
Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
· Mengambil elemen-elemen informasi
· Menganalisa seluruh file
· Menyiapkan laporan dari berbagai file
· Memperkirakan akibat dari keputusan
· Mengusulkan keputusan
· Membuat keputusan
3. Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
· Dukungan kepada pengambil keputusan, terutama pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur, dengan menyertakan penilaian manuasia dan informasi terkomputerisasi. Masalah-masalah tersebut tidak bisa dipecahkan oleh sistem komputer lain atau oleh metode atau alat kuantitatif.
· Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini.
· Dukungan untuk semua individu dan kelompok. Masalah yang kurang terstruktur sering memerlukan ketertiban individu dari departemen dan tingkat organisasional yang berbeda atau bahkan dari organisasi lain.
· Dukungan untuk keputusan independen dan atau sekuensial. Keputusan bisa di buat satu kali, beberapa kali, atau berulang (dalam interval yang sama).
· Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: Intelegensi, desain, pilihan, dan implementasi.
· Dukungan di berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.
· Adaptivitas sepanjang waktu. Pengambil keputusan seharusnya reaktif, bisa menghadapi perubahan kondisi secara cepat, dan mengadaptasi Sistem Pendukung Keputusan untuk memenuhi perubahan tersebut. Sistem Pendukung Keputusan bersifat fleksibel. Oleh karena itu, pengguna bisa menambahkan, menghapus, menggabungkan, mengubah, atau menyusun kembali elemen-elemen dasar. Sistem Pendukung Keputusan juga fleksibel dalam hal ini bisa dimodifikasi untuk memecahkan masalah lain yang sejenis.
· Ramah pengguna, kapabilitas grafis yang sangat kuat, dan antarmuka manusia-mesin yang interaktif dengan satu bahasa alami bisa sangat meningkatkan efektivitas Sistem Pendukung Keputusan.
· Peningkatan efektivitas pengambilan keputusan (akurasi, timelinnes, kualitas) daripada efisiensinya (biaya pengambilan keputusan). Ketika Sistem Pendukung Keputusan disebarkan, pengambilan keputusan sering membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
· Kontrol penuh oleh pengambil keputusan terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan suatu masalah. Sistem Pendukung Keputusan secara khusus menekankan untuk mendukung pengambilan keputusan, bukannya menggantikan.
· Pengguna akhir bisa meengembangkan dan memodifikasi sendiri sistem sederhana. Sistem yang lebih besar bisa dibangun dengan bantuan ahli sistem informasi. Perangkat lunak OLAP dalam kaitannya dengan data warehouse memperbolehkan pengguna untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan yang cukup besar dan komplek.
· Biasanya, model-model di gunakan untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan. Kapabilitas pemodelan memungkinkan eksperimen dengan berbagai strategi yang berbeda di bawah konfigurasi yang berbeda.
· Akses disediakan untuk berbagai sumber data, format, dan tipe, mulai dari sistem informasi geografis (GIS) sampai sistem berorientasi objek.
· Dapat digunakan sebagai alat standalone oleh seorang pengambil keputusan pada satu lokasi atau didistribusikan di suatu organisasi secara keseluruhan dan di beberapa organisasi sepanjang rantai persediaan. dapat diintegrasikan dengan Sistem Pendukung Keputusan lain dan atau aplikasi lain, serta bisa didistribusikan secara internal dan eksternal menggunakan networking dan teknologi Web.
· Mampu memberikan alternatif solusi bagi masalah semi/tidak terstruktur baik bagi perseorangan atau kelompok dan dalam berbagai macam proses dan gaya pengambilan keputusan.
· Menyediakan akses terhadap berbagai macam format dan tipe sumber data (data source).
4. Manfaat yang dapat diambil dari Sistem Pendukung Keputusan adalah
· Memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi pemakainya.
· Membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
· Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Disamping berbagai keuntungannya, SPK juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah
· Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
· Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimiliki (pengetahuan dasar serta model dasar).
· Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
· SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.
5. Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari beberapa subsistem, yaitu:
§ Subsistem Manajemen Data
§ Subsistem Manajemen Model
§ Subsistem Antarmuka Pengguna (Dialog)
§ Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan (Knowledge Base)



B. PENGERTIAN DATA WAREHOUSE

1. Pengertian Data, Informasi dan Database
Sebelum kita membahas tentang data warehouse, hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu pengertian tentang data, informasi dan database. Menurut Steven Alter, data merupakan fakta, gambar atau suara yang mungkin atau tidak berhubungan atau berguna bagi tugas tertentu. Menurut McLeod, data terdiri dari fakta-fakta dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan informasi adalah data yang sudah diproses atau data yang memiliki arti. Disini kita dapat melihat bahwa data merupakan suatu bentuk keterangan-keterangan yang belum diolah atau dimanipulasi sehingga belum begitu berarti bagi sebagian pemakai. Sedangkan informasi merupakan data yang sudah di olah sehingga memiliki arti.
Menurut James A. O’Brien Database adalah suatu koleksiterintegrasi dimana secara logika berhubungan dengan record dari file. Menurut Fatansyah, Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Jadi Database adalah tempat penyimpanan data yang saling berhubungan secara logika, sehingga bisa digunakan untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan data yang diperoleh suatu organisasi atau perusahaan umumnya didapat dari kegiatan operasional sehari-hari atau hasil dari transaksi. Dari perkembangan model database, muncullah apa yangdisebut dengan data warehouse.
2. Pengertian Data Warehouse
Pengertian Data Warehouse dapat bermacam-macam namun mempunyai inti yang sama, seperti pendapat beberapa ahli berikut ini :
· Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H.,
data warehouse adalah koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek, terintegrasi, time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management.
· Menurut Vidette Poe,
Data warehouse merupakan database yang bersifat analisis dan read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem penunjang keputusan.
· Menurut Paul Lane,
Data warehouse merupakan database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa
·BAB I
·
Definisi Data Warehouse
·
·I.1. Pengertian Data, Informasi dan Database
·
·Sebelum kita membahas tentang data warehouse, hal yangharus dipahami terlebih dahulu yaitu pengertian tentangdata,informasi dan database.Menurut Steven Alter, data merupakan fakta,gambar atausuara yang mungkin atau tidak berhubungan atau berguna bagitugas tertentu.Menurut McLeod, data terdiri dari fakta-fakta dan angka yangsecara relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan informasiadalah data yang sudah diproses atau data yang memiliki arti.Disini kita dapat melihat bahwa data merupakan suatu bentukketerangan-keterangan yang belum diolah atau dimanipulasisehingga belum begitu berarti bagi sebagian pemakai.Sedangkan informasi merupakan data yang sudah di olahsehingga memiliki arti.
·Menurut James A. O’Brien Database adalah suatu koleksi
·terintegrasi dimana secara logika berhubungan dengan recorddari file.Menurut Fatansyah, Database adalah kumpulan data yangsaling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian
pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya.
Data warehouse
memisahkan beban kerja analisis dari beban kerjatransaksi dan memungkinkan organisasi menggabung/konsolidasidata dari berbagai macam sumber.Jadi, Data Warehouse
Merupakan metode dalam perancangandatabase, yang menunjang DSS(Decission Support System) dan EIS (Executive Information System). Secara fisik data warehouse adalah database, tapi perancangan data warehouse dan database sangat berbeda. Dalam perancangan database tradisional menggunakan normalisasi, sedangkan pada data warehouse normalisasi bukanlah cara yang terbaik. Dari definisi-definisi yang dijelaskan tadi, dapatdisimpulkan data warehouse adalah database yang saling bereaksi yang dapat digunakan untuk query dan analisisis, bersifat orientasi subjek, terintegrasi, time-variant, tidak berubah yang digunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
3. Istilah-Istilah Yang Berhubungan Dengan Data Warehouse
Istilah-istilah yang berkaitan dengan data warehouse :
1. Data Mart adalah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung pembuatan laporan dan analisa data pada suatu unit, bagian atau operasi pada suatu perusahaan.
2. On-Line Analytical Processing (OLAP) Merupakan suatu pemrosesan database yang menggunakan tabel fakta dan dimensi untuk dapat menampilkan berbagai macam bentuk laporan, analisis, query dari data yang berukuranbesar.
3. On-Line Transaction Processing (OLTP) Merupakan suatu pemrosesan yang menyimpan data mengenai kegiatan operasional transaksi sehari-hari.
4. Dimension Table, Tabel yang berisikan kategori dengan ringkasan data detail yang dapat dilaporkan. Seperti laporan laba pada tabel fakta dapat dilaporkan sebagai dimensi waktu (yang berupa perbulan,perkwartal dan pertahun).
5. Fact Table, Merupakan tabel yang umumnya mengandung angka dan data history dimana key (kunci) yang dihasilkan sangat unik, karena key  tersebut terdiri dari foreign key (kunci asing) yang merupakan primary key (kunci utama) dari beberapa dimensiontable yang berhubungan.


C. KEGUNAAN DATA WAREHOUSE

1. Perlunya Data Warehouse
Seperti pengertian-pengertian yang kita sebutkansebelumnya, data warehouse diperlukan bagi para pengambil keputusan manajemen dari suatu organisasi/perusahaan. Dengan adanya data warehouse, akan mempermudah pembuatan aplikasi-aplikasi DSS dan EIS karena memang kegunaan dari data warehouse adalah khusus untuk membuat suatu database yang dapat digunakan untuk mendukung prosesanalisa bagi para pengambil keputusan.
2. Tugas-Tugas Data Warehouse
Ada empat tugas yang bisa dilakukan dengan adanya data warehouse
Menurut Williams, keempat tugas tersebut yaitu:
a. Pembuatan laporan
Pembuatan laporan merupakan salah satu kegunaan data warehouse yang paling umum dilakukan. Dengan menggunakan query sederhana didapatkan laporan perhari, perbulan, pertahun atau jangka waktu kapanpun yang diinginkan.
b. On-Line Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse, semua informasi baik detail maupun hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat.
OLAP mendayagunakan konsep data multidimensi dan memungkinkan para pemakai menganalisa data sampai mendetail, tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan karena pada konsep multidimensi, maka data yang berupa fakta yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fasilitas lain yang ada pada software OLAP adalah fasilitas rool-up dan drill-down. Drill-down adalah kemampuan untuk melihat detail dari suatu informasi dan roll-up adalah kebalikannya.
c. Data mining
Data mining merupakan proses untuk menggali (mining) pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada datawarehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
Beberapa solusi yang diberikan data mining antara lain :
1. Menebak target pasar
Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model pembelidan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
2. Melihat pola beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari waktu kewaktu
3. Cross market analisis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan antara satuproduk dengan produk lainnya.
4. Profil Pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil pembelisehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu cenderung kepadasuatu produk apa saja.
5. Informasi
Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat multidimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.
d. Proses informasi executive
Data warehouse dapat membuat ringkasan informasi yang penting dengan tujuan membuat keputusan bisnis, tanpa harus menjelajahi keseluruhan data. Dengan menggunakan data warehouse segala laporan telah di ringkas dan dapat pula mengetahui segala rinciannya secara lengkap, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Informasi dan data pada laporan data warehouse menjadi target informative bagi user.



D. PENGERTIAN INFOMATION WAREHOUSE

Information Warehouse adalah sekumpulan DBMS interface, tool dan berbagai fasilitas yang mengatur dan menyampaikan informasi yang handal, tepat waktu, akurat, dan mudah dimengerti dalam pengambilan keputusan bisnis.
Information Warehouse disebut juga sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.




E. KONSEP DASAR INFORMATION WAREHOUSE

Salah satu peran penting yang dilakukan dalam pekerjaan sebagai seorang manajer di dalam suatu organisasi adalah melakukan pengambilan keputusan. Ruang lingkup pengambilan keputusan tersebut dapat tergantung kepada banyak hal, seperti posisi pekerjaan sebagai seorang manajer dalam suatu organisasi. Hirarki dalam management organisasi di tingkat yang lebih tinggi disebut dengan eksekutif. keputusan yang diambil oleh para eksekutif tersebut merupakan keputusan yang sangat penting, menyangkut dengan kelangsungan hidup dalam jangka panjang perusahaan tersebut. Untuk menjalankan pekerjaan yang efektif sebagai eksekutif ini diperlukan pengambilan keputusan berdasarkan keputusan yang akurat, tepat, dapat diandalkan dan informasi yang digunakan merupakan informasi yang memiliki relevansi dengan keputusan yang akan diambil. Untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang tepat tersebut dalam skala informasi yang cukup besar dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan salah satu pendukung pengolahan data sistem informasi warehouse
Information warehouse mengintegrasikan data yang berasal dari sumber data internal maupun eksternal, kemudian melakukan transformasi data ke dalam bentuk rangkuman laporan yang berguna. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajer dan level eksekutif untuk mengakses secara cepat laporan yang berasal dari seluruh perusahaan dan departemen, sehingga dapat diperoleh pengetahuan yang berguna bagi pihak eksekutif. Laporan ini digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan.
Karakteristik IW
Dari karakteristik teknologi informasi dan data yang dibutuhkan oleh IW, serta tujuan dari IW, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah IW memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Disesuaikan untuk pihak eksekutif.
2. Mudah digunakan.
3. Memiliki kemampuan drill down.
4. Mendukung kebutuhan data eksternal.
5. Dapat membantu dalam situasi yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.
6. Memiliki orientasi masa depan.
Arsitektur terdiri dari 2 unsur besar, yaitu :
Metadatabase Management System (MDBMS). Adalah sistem berbasis pengetahuan yang mengintegrasikan dan mengatur penggunaan multiple local system melalui data atau metadata. Yang memiliki 2 peranan penting, yaitu (1) Menyediakan akses yang transparan terhadap data dari local system dan warehouse (2) Menyediakan metadata yang dibutuhkan untuk analisis multidimensional data.
Multidimensional Data Analysis System (MDAS). yang terdiri dari 2 sub-sistem, yaitu:
  1. ROLAP/MDB Interface yang menyediakan penghubung eksekutif untuk memformulasikan permintaan mereka dan untuk menampilkan hasil analisis mereka
  2. ROLAP/MDB (Relational On-Line Analytical Processsing/ Multidimentional DataBaseAnalyzeryaitu Software yang digunakan untuk mengolah metadatabase yang disediakan olehMDBMS untuk memungkinkan analisis online multidimentional data



F. IMPLEMENTASI INFORMATION WAREHOUSE

Berikut ini merupakan langkah – langkah pengimplementasian yaitu :
1. Membangun data warehouse yang lengkap dan efisien.
2. Membuat prototipe IW, membuat desain eksperimen dari seluruh atau sebagian sistem, untuk menguji cobakan prosedur/prinsip, teknik atau tool tertentu.
3. Membuat dokumentasi pengembangan IW untuk tiap tahap pengembangan.
4. Menggunakan dukungan otomatisasi kantor (e-mail, scheduler, dll). Sebelum membuat keputusan, eksekutif perlu berdiskusi dengan staff untuk meminta pendapat dari pihak – pihak yang dipengaruhi oleh keputusan yang akan dibuat. Dengan demikian dapat juga dianalisis kemungkinan adanya alternatif keputusan. Setelah membuat keputusan, eksekutif perlu melakukan sosialisasi dan follow-up. Otomatisasi kantor mendukung untuk kedua hal tersebut di atas.




BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Data warehouse merupakan suatu cara/metode dari suatu database yang berorientasi kepada subjek, time-variance dan terintegrasi yang digunakan untuk mempermudah para pengambil keputusan.
Dengan adanya apliksasi data warehouse ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan informasi dalam suatu perusahaan,
Information warehouse mempunyai konsep dalam pembuatan keputusan dalam berbasis komputer.
Sebagai seorang manajer di dalam suatu organisasi adalah melakukan pengambilan keputusan. Ruang lingkup pengambilan keputusan tersebut dapat tergantung kepada banyak hal, seperti posisi pekerjaan sebagai seorang manajer dalam suatu organisasi. Hirarki dalam management organisasi di tingkat yang lebih tinggi disebut dengan eksekutif. keputusan yang diambil oleh para eksekutif tersebut merupakan keputusan yang sangat penting, menyangkut dengan kelangsungan hidup dalam jangka panjang perusahaan tersebut.
Untuk menjalankan pekerjaan yang efektif sebagai eksekutif ini diperlukan pengambilan keputusan berdasarkan keputusan yang akurat, tepat, dapat diandalkan dan informasi yang digunakan merupakan informasi yang memiliki relevansi dengan keputusan yang akan diambil. Untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang tepat tersebut dalam skala informasi yang cukup besar dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan salah satu pendukung pengolahan data sistem informasi warehouse


B. SARAN – SARAN

Dalam penerapan information warehouse perlu diperhatikan komponen organisasi yang paling penting yaitu, sumber daya manusia.
Dalam membangun aplikasi data warehouse perlu diperhatikan apakah aplikasi yang dibuat tersebut sanggup memenuhi objektif dari bisnis mereka tersebut.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar